Sunday, August 9, 2015

Becomes "a real" n' "professional" teacher

Menjadi seorang guru adalah tanggung jawab besar. Karena tugas guru sebagai mediator transfer ilmu untuk mencerdaskan bangsa. Guru dituntut memilki kompetensi-kompetensi yang memadahi, agar menghasilkan pendidikan yang sesuai harapan.
Empat kompetensi dasar yang harus dimiliki seorang guru:

1. Pedagogik

Yaitu kompetensi seorang guru yang dituntut untuk mampu mengelola proses belajar mengajar. Termasuk di dalamnya perencanaan dan pelaksanaan eveluasi hasil belajar mengajar, dan pengembangan peserta didik sebagai individu.
Hal-hal yang perlu dikuasai, antara lain: menguasai karakteristik siswa dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional dan intelektual, menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang pengembangan yang diampu, serta menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik.

2. Kepribadian

Yaitu dedikasi dan loyalitas. Seorang guru harus tegar, dewasa, bijak, tegas, dapat dijadikan contoh dan memiliki kepribadian mulia. Kompetensi yang harus dimiliki, antara lain: bertindak sesuai dengan norma agama, hokum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia, menampilkan pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi siswa dan masyarakat, memiliki wibawa, menunjukkaan etos kerja, tanggung jawab tinggi dan menjunjung tinggi kode etik profesi guru.

3. Profesional

Yaitu kemampuan menguasai materi pembelajaran. Kompetensi yang dimiliki adalah menguasai meteri, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang diampu, menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran, dan mengembangkan materi ajar dengan kreativitas.

4. Sosial

Yaitu kemampuan guru dalam bersosialisasi terhadap masyarakat. Mudah berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif baik pada siswa, para guru, atau masyarakat sekitar.
Kompeetnsi dalam bidang ini adalah bersikap inklusif, obyektif, dan tidak diskriminatif-karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status social ekonomi, berkomunikasi secara efektif, empati dan santun dengan sesama pendidik, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat, serta bisa beradaptasi di mana pun ditempatkan dalam tugas mengajar.
Empat kompetensi guru di atas harus dimiliki guru, sebagai komitmen awal dalam upaya menjadi guru yang baik dan kreatif. Tanpa semua kompetensi itu, akan sulit untuk mengemban tugas sebagai guru.
Menjadi seorang guru pada dasarnya mudah. Namun, untuk komitmen mengemban amanah untuk mengabdi pada bangsa itulah yang agak susah. Tugas guru tidak hanya mendidik atau transfer ilmu, guru juga menjadi orang tua peserta didik dalam pembelajaran; guru sebagai pengingat juga motivator. Banyak tugas dari seorang guru, sehinga dalam menjalankannya diperlukan komitmen yang kuat, agar tidak mudah menyerah ketika ada aral melintang yang menghadang.
Beberapa tugas guru yang penting diketahui, untuk memupuk komitmen dalam menjalankan tugas sebagai guru, antara lain:
1. Guru sebagai pendidik
2. Guru sebagai motivator
3. Guru sebagai pembimbing
Menurut Roestiyah, ada beberapa tugas guru dalam mendidik anak:
1. Seorang guru untuk sponsor di dalam kegiatan anak-anak.
2. Seorang guru sebagai pemimpin.
Yang memiliki tanggung jawab dan kesempatan dalam banyak situasi, membimbing anak ke arah membentuk keputusan, menghadapkan anak-anak pada problem, dan pemecahan masalah.
3. Guru sebagai perencana kurikulum.
4. Guru sebagai salah satu profesi.
Orang yang nantinya menyadari peran guru karena keterpaksaan tidak dapat bekerja dengan lebih baik. Maka harus bisa menyadari dengan benar-benar bahwa pekerjaan sebagai salah satu profesi.
5. Guru sebagai manager dan administator.
6. Guru Sebagai penegak kedisiplinan.
Guru harus menjadi pelopor dalam segala hal. Tata tertib dapat berjalan bila guru dapat menjalani lebih dahulu.
7. Guru sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat.
Sebab nantinya, anak akan bekerja dan hidup mengadibkan dirinya di dalam masyarakat. Dengan demikian, anak harus dibiasakan dan dilatih di sekolah dalam pengawasan guru.
8. Guru ialah pembimbing dalam membawa anak didiknya ke arah kedewasaan.
Pendidik tidak maha kuasa. Tidak dapat membentuk anak menurut sekehendaknya.
9. Sebagai perantara dalam belajar.
Proses belajar guru hanyalah sebagai perantara atau medium. Anak pun harus bisa berusaha sendiri mendapatkan suatu pengertian atau insight, sehingga nantinya akan timbul perubahan dalam tingkah laku, sikap, dan pengetahuannya.
10. Mempersiapkan anak menjadi warga Negara yang baik.
11. Mencetak kepribadian anak yang harmonis, yang sesuai dengan cita-cita dan dasar Negara kita Pancasila.
12. Menyelenggarakan berbagai kebudayaan terhadap anak didiknya, berupa kepandaian, kecakapan, dan pengalaman-pengalaman.
Begitu banyak tugas seorang guru. Jika dalam pofesinya tidak memiliki niat yang kuat untuk mewujudkan pendidikan yang baik dan bermutu, seorang guru bisa saja putus ada dan berhenti dari pfofesinya. Dan, tanpa seorang guru, maka pendidikan tidak akan berjalan.
Ketika guru sudah mampu melaksanakan tugasnya, langkah selanjutnya adalah menaklukkkan hati peserta didik; bagaimana mereka suka dalam kelas yang diampunya, semangat mengikuti pelajaran, dan tidak bermalas-malasan. Guru dituntut untuk selalu kreatif, agar bisa menarik minat peserta didik untuk mempelajari materi yang diajarkan.
Sifat yang harus dimiliki guru agar bisa mengambil hati para murid, antara lain:
1. Sabar
2. Kasih sayang
3. Adil, dan tidak pilih kasih
4. Jujur
5. Bisa menjadi teladan
6. Empati
7. Rendah hati
8. Demokratis
9. Tegas
10. Mengayomi
11. Disiplin
12. Humoris
13. Sederhana
14. Tulus
15. Komunikatif
16. Bijaksana
Inilah beberapa pemaparan tentang guru profesional yang menyenangkan. Jika tidak semua bisa dimiliki, maka mungkin ada salah satu sikap yang telah melekat pada diri setiap guru.
Guru dan murid adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Begitu banyak tugas yang diemban seorang guru hingga mereka harus selalu kuat dan tabah dengan segala masalah ketika menemui berbagai macam karakter anak didik yang berbeda.
Guru yang baik akan menghasilkan peserta didik yang baik pula. Itulah tantangan yang harus dilalui dengan komitmen, dan semangat juang mencerdaskan bangsa.
Seyogianya, guru sebagai orangtua di sekolah tidak hanya menjejali pembelajaran tanpa ada kasih sayang. Karena bagaimanapun, guru sebagai sosok yang lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak-anak di sekolah.
Menjadi guru profesional, baik, bahkan disayang para murid, bukankah itu lebih menyenangkan? [Kazuhana El Ratna Mida/Bersamadakwah.net]

https://www.facebook.com/vietrieannee.dprinsipessa?fref=nf&pnref=story

Tuesday, January 6, 2015

RAHASIA GERAKAN SHALAT



RAHASIA GERAKAN SHALAT
Ditinjau secara medis

A.   LATAR BELAKANG
Suatu ketika Rasulullah SAW berada di dalam Masjid Nabawi, Madinah. Selepas menunaikan shalat,  beliau menghadap para sahabat untuk  bersilaturahmi dan memberikan tausiyah.  Tiba tiba, masuklah seorang pria ke dalam masjid, lalu melaksanakan shalat dengan cepat.
Setelah selesai, ia segera menghadap Rasulullah SAW dan  Mengucapkan salam. Rasul berkata pada pria itu, "Sahabatku,  Engkau tadi belum shalat!"  
Betapa kagetnya orang itu mendengar perkataan Rasulullah SAW. Ia pun kembali ke tempat shalat dan mengulangi shalatnya. Seperti sebelumnya ia melaksanakan shalat dengan sangat cepat.  Rasulullah SAW tersenyum melihat "gaya" shalat seperti itu.
Setelah melaksanakan shalat untuk kedua kalinya, ia kembali mendatangi Rasulullah SAW. Begitu dekat, beliau berkata pada pria itu, "Sahabatku, tolong ulangi lagi shalatmu! Engkau tadi belum shalat."
Lagi-lagi orang itu merasa kaget. Ia merasa telah melaksanakan shalat sesuai aturan. Meski demikian, dengan senang hati ia menuruti perintah Rasulullah SAW. Tentunya dengan gaya shalat yang sama.
Namun seperti "biasanya", Rasulullah SAW menyuruh orang itu mengulangi shalatnya kembali. Karena bingung, ia pun berkata, "Wahai Rasulullah, demi Allah yang telah mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak bisa melaksanakan shalat dengan lebih baik lagi. Karena itu, ajarilah aku!"
"Sahabatku," kata Rasulullah SAW dengan tersenyum, "Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah Al-Fatihah dan surat dalam Alquran yang engkau pandang paling mudah. Lalu, rukuklah dengan tenang (thuma'ninah), lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak. Selepas itu, sujudlah dengan tenang, kemudian bangunlah hingga engkau duduk dengan tenang. Lakukanlah seperti itu pada setiap shalatmu."
Kisah dari Mahmud bin Rabi' Al Anshari dan diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahih-nya ini memberikan gambaran bahwa shalat tidak cukup sekadar "benar" gerakannya saja, tapi juga harus dilakukan dengan tumaninah, tenang, dan khusyuk.
B.   ANALYSIS
Kekhusukan ruhani akan sulit tercapai, bila  Fisiknya tidak khusyuk. Dalam arti dilakukan dengan cepat dan terburu-buru. Sebab, dengan terlalu cepat, seseorang akan sulit menghayati setiap bacaan, tata gerak tubuh menjadi tidak sempurna, dan jalinan komunikasi dengan Allah menjadi kurang optimal. Bila hal ini dilakukan terus menerus, maka fungsi shalat sebagai pencegah perbuatan keji dan munkar akan kehilangan makna Karena itu, sangat beralasan bila Rasulullah SAW menggangga "tidak shalat" orang yang melakukan shalat dengan cepat (tidak tumaninah).
1.   HIKMAH GERAKAN SHALAT
Sebelum menyentuh makna bacaan shalat yang luar biasa, termasuk juga aspek "olah rohani" yang dapat melahirkan ketenangan jiwa, atau"jalinan komunikasi" antara hamba dengan Tuhannya, secara fisik shalatpun mengandung banyak keajaiban.
Setiap gerakan shalat yang dicontohkan Rasulullah SAW sarat akan hikmah dan bermanfaat bagi kesehatan. Syaratnya, semua gerak tersebut dilakukan dengan benar, tumaninah serta istikamah (konsisten dilakukan).
Dalam buku Mukjizat Gerakan Shalat, Madyo Wratsongko MBA. mengungkapkan bahwa : 1) Gerakan shalat dapat melenturkan urat syaraf dan mengaktifkan sistem keringat dan sistem pemanas tubuh. 2) Membuka pintu oksigen ke otak, mengeluarkan muatan listrik negatif dari tubuh, membiasakan pembuluh darah halus di otak mendapatkan tekanan tinggi, serta membuka pembuluh darah di bagian dalam tubuh (arteri jantung).
Kita dapat menganalisis kebenaran sabda Rasulullah SAW  dalam kisah diawal :
a.    Takbir
"Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah.„ Saat takbir Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya ke atas hingga sejajar dengan bahu-bahunya (HR Bukhari dari Abdullah bin Umar).
Takbir ini dilakukan ketika hendak rukuk, dan ketika bangkit dari rukuk. Beliau pun mengangkat kedua tangannya ketika sujud.
Yang bermakna bahwa Pada saat kita mengangkat tangan sejajar bahu, maka otomatis kita membuka dada, memberikan aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat di lengan untuk dialirkan ke bagian otak pengatur keseimbangan tubuh, membuka mata dan telinga kita, sehingga keseimbangan tubuh terjaga. 
b.   Ruku
"Rukuklah dengan tenang (tumaninah)." Ketika rukuk, Rasulullah SAW meletakkan kedua telapak tangan di atas lutut (HR Bukhari dari Sa'ad bin Abi Waqqash).
Yang bermakna Rukuk yang dilakukan dengan tenang dan maksimal dapat merawat kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang belakang (sebagai syaraf sentral manusia) beserta aliran darahnya. Rukuk pun dapat memelihara kelenturan tuas sistem keringat yang terdapat di pungggung, pinggang, paha dan betis belakang.
Demikian pula tulang leher, tengkuk dan saluran syaraf memori dapat terjaga kelenturannya dengan rukuk. Kelenturan syaraf memori dapat dijaga dengan mengangkat kepala secara maksimal dengan mata menghadap ke tempat sujud.
"Lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak." Apa maknanya? Saat berdiri dari dengan mengangkat tangan, darah dari kepala akan turun ke bawah, sehingga bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya. Hal ini dapat menjaga syaraf keseimbangan tubuh dan berguna mencegah pingsan secara tiba-tiba.
c.    Sujud
"Selepas itu, sujudlah dengan tenang. Yang memiliki makna Bila dilakukan dengan benar dan lama, sujud dapat memaksimalkan aliran darah dan oksigen ke otak atau kepala, termasuk pula ke mata, telinga, leher, dan pundak, serta hati. Cara seperti ini efektif untuk membongkar sumbatan pembuluh darah di jantung, sehingga resiko terkena jantung koroner dapat diminimalisasi.
d.   Sujud diantara dua sujud
"Kemudian bangunlah hingga engkau duduk dengan  tenang." Yang bermakna pula bahwa  Cara duduk di antara dua sujud dapat menyeimbangkan sistem elektri serta syaraf keseimbangan tubuh kita. Selain dapat menjaga kelenturan syaraf di bagian paha dalam, cekungan lutut, cekungan betis, sampai jari-jari kaki. Subhanallah!
Masih ada gerakan-gerakan shalat lainnya yang pasti memiliki segudang keutamaan, termasuk keutamaan wudhu. Semua ini memperlihatkan bahwa shalat adalah anugerah terindah dari Allah bagi hamba beriman.  Wallaahu a'lam.....
2.   DAMPAK  MEDIS SHALAT  QIYAMUL LAIL (QL)
Menurut hasil penelitian Mohammad  Sholeh, dosen IAIN Surabaya, salah satu shalat sunah yang  bisa membebaskan  seseorang dari serangan infeksi dan penyakit kanker adalah Qiyamul Lail.  "Jika anda melakukannya secara  rutin, benar, khusuk, dan ikhlas, niscaya anda terbebas dari infeksi dan  kanker".  dalam desertasinya yang berjudul 'Pengaruh  QL terhadap peningkatan Perubahan Response ketahanan Tubuh  Imonologik: Suatu Pendekatan Psiko-neuroimunologi"
QL  jika dilakukan secara kontinyu, tepat gerakannya, khusuk dan ikhlas,  secara medis shalat itu menumbuhkan respons ketahannan tubuh (imonologi)  khususnya pada imonoglobin M, G, A dan limfosit-nya yang berupa persepsi dan  motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk  menanggulangi masalah yang dihadapi (coping).
a.    Parameternya diukur dengan kondisi tubuh.
Pada kondisi  normal: jumlah hormon kortisol pada pagi hari normalnya antara 38-69 nmol/liter. Pada malam hari-atau setelah pukul 24:00 normalnya antara  69-34 nmol/liter.
 "Kalau jumlah hormon kortisolnya normal, bisa  diindikasikan orang itu tidak ikhlas karena tertekan.  Sholeh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian terhadap 41  responden  SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya.  Dari 41 siswa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan menjalankan QL selama sebulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang  bertahan QL selama dua bulan. Shalat dimulai pukul 02-00-3:30  sebanyak 11 rakaat, masing masing dua rakaat empat kali salam plus tiga  rakaat. Selanjutnya, hormon kortisol mereka diukur di tiga laboratorium di  Surabaya (paramita, Prodia dan  Klinika).
Hasilnya, ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang rajin QL secara ikhlas berbeda jauh dengan orang yang tidak melakukan QL.  Mereka yang rajin dan ikhlas QL memiliki ketahanan tubuh dan Kemampuan individual untuk menanggulangi masalah-masalah yang dihadapi dengan  stabil.
"Jadi QL selain bernilai ibadah, juga sekaligus sarat dengan  muatan psikologis yang dapat mempengaruhi kontrol kognisi. Dengan cara  memperbaiki persepsi dan motivasi positif dan coping yang efectif, emosi  yang positif dapat menghindarkan seseorang dari stress,"
Menurut Sholeh, orang stress itu biasanya rentan sekali terhadap  penyakit kanker dan infeksi. Dengan QL yang dilakukan secara  rutin dan disertai perasaan ikhlas serta tidak terpaksa, seseorang akan  memiliki respons imun yang baik, yang kemungkinan besar akan terhindar dari  penyakit infeksi dan kanker. Dan, berdasarkan hitungan tekhnik medis  menunjukan, QL yang dilakukan seperti itu membuat orang  mempunyai ketahanan tubuh yang baik.
b.   Fakta dan contoh
Seorang Doktor Neurologi dari Amerika memeluk Islam setelah yakin  dengan pengobatan secara Islam,  ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk  memeluk Islam maka Doktor  tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian saraf yang dilakukan, terdapat  beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh darah. 
Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi  secara yang lebih normal.  Setelah membuat kajian yang memakan waktu akhirnya dia menemukan bahwa darah  tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan ketika  seseorang tersebut shalat yaitu ketika sujud.
Urat tersebut  memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja.  Ini  artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikut kadar shalat 5  waktu yang di wajibkan oleh Islam. Begitulah keagungan ciptaan  Allah. Jadi barang siapa yang tidak menunaikan Shalat  maka otak tidak  dapat menerima darah yang secukupnya untuk  berfungsi secara normal.
C.   KESIMPULAN
Manusia yang tidak Shalat apalagi bukan yang beragama Islam walaupun akal mereka berfungsi secara  normal sebenarnya di dalam sesuatu keadaan mereka akan hilang  pertimbangan di dalam membuat keputusan secara normal. Justru itu tidak  heranlah manusia ini kadang-kadang tidak segan-segan untuk melakukan hal-hal  yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya walaupun akal mereka mengetahui  perkara yang akan dilakukan tersebut adalah tidak sesuai dengan kehendak  mereka karena otak tidak bisa untuk mempertimbangkan secara lebih normal.  Maka tidak heranlah timbul bermacam-macam gejala-gejala sosial masyarakat  saat ini.